Senin, 04 Mei 2015

Bastul Masa'il

Gendang telingaku bergetar keras mendengar kegemuruhan bagai sarang lebah raksasa yang terkena lemparan peluru ketapel adekku. Terdengar dari tiap sudut  aula ponpes sunan drajat yang membuatku memalingkan pandangan kearah peserta  bastul masa’il yang sedang unjuk pendapat. Di tengah grombolan lebah yang di kondisikan oleh moderator untuk mencari sari bunga yang diproses menjadi madu religi, aku yang berada di tengah – tengah mereka mengamati dengan penuh konsentrasi apa yang mereka debatkan. Suasana semakin mendebarkan ketika jarum mulut lebah mulai menghisab ukiran suci kitab – kitab salaf. Ibaroh demi ibarah di lontarkan para delegasi pondok pesantren sejawa dan madura. Pondok ini berpendapat begini, pondok itu berpendapat begitu hingga adu pendapat ulama‘ demi menguatkan argumentasi masing – masing. Suasana menjadi hening ketika perumus lebah angkat bicara di samping kesibukan notulis menggesekkan tintanya di atas mushaf suci.  Tak lama kemudian mushohih memutuskan hasil madu yang sangat bermanfaatbagi bagi vitamin hati.
Itulah suasana bastsul masa’il kubro III di bumi damai pondok pesantren sunan drajat. Satu bulan yang lalu aku dipilih untuk menjadi panitia acara tersebut dan mengemban tugas sebagai mentri  penerima tamu. Setelah beberapa kali meeting untuk merancang stategi perang akhirnya hari ini musuh berada di depan mata dan siap untuk bertempur demi kemenangan. Sesuai strategi, tugas kami di laksanakan setelah solat dhuhur. Kami dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama jaga di penginapan sedangkan kelompok kedua Tsan By di gerbang pondok untuk menunggu peserta bastul masa’il. Saat itu aku kebagian kelompok kedua di temani tiga panitia lainnya. Sedangkan di penginapan terdapat tiga panitia yang melayani pengisian formilir pendaftaran dan menjaga peserta. Akan tetapi pagi ini setelah pangkajian Kalam Ihya‘ Ulumuddin oleh pengasuh pondok Prof. Dr. KH Abdul Ghofur aku menuju ke skertariatan panitia bastul masail. Sebelum tugas pokok kami dilaksanakan aku membantu pekerjaan yang lain seperti, meminjam kitab, karpet, bantal, meja, perlengkapan makan dan menata barang – barang tersebut sesuai dengan kuda – kudanya.
Sepeda montor, mobil, bus parewisata, truk PT. Sunan Drajat dan macam – macam jenis kendaraan berlalu lalang di depan lensa mataku, suara kenalpotnya mengagetkan gendang telingaku, asap mesinnya menusuk bulu hidungku, panas membakar tubuhku, lapar bermain musik keroncong di dalam perutku, haus menguras ludah dalam tenggoroanku. Sungguh membosankan siang ini, mulai tergelincirnya matahari sampai masuk waktu asar, aku dan tim terima tamu berada di pinggar jalan raya di bawah gapura gerbang masuk Pondok Pesantren Sunan Drajat dan belum ada satu pun peserta yang datang. Dengan menggunakan baju putih, sarung hitam, peci hitam, tak terlupakan ID Cart sebagan tanda panitia, kami duduk di atas kursi yang terbuat dari bambu beralaskan karpet. 
Memandang tiap kendaraan yang sibuk dengan ururannya masing – masing, setengah jam setelah azan asar ada dua orang berpakaian panjang, bersarung dan berpeci putih serta mengenakan tas rensel dengan wajah yang agak hitam kecoklatan turun dari bus mini antar kota. Aku dan Zaenuri segera menghampirinya.
“Assalamualaikum Wr. Wb. Peserta bastul masail ya? Tanyaku dengan bibir sepuluh sentimeter.
“ia mas, kami dari Madura”.jawab salah satu dari mereka yang berjenggot tipis.
“Selamat datang di Pondok Pesantren Sunan Drajat. Mari ikut saya ke sekertariatan lalu menuju  ke penginapan”.
“Baik, trimakasih banyak”. Jawab mereka yang dengan penuh semangat.
Aku pun mengantar mereka ke tempat sekertariatan yang berjarak sekitar dua ratus meter dari gerbang pondok. Duduk di atas kursi kayu di belakang meja yang bertaplak hijau, dengan gagahnya anas mengenakan baju putih, berdasi, berjas hitam dan peci seperti DPR di gedung senayan jakarta. 
“Asslamualaikum Wr. Wb.“ sapaku kepada anas dan panitia bagian sekertaritan yang berdiri menyambut kami.
“Wa’alaikum salam Wr. Wb.“ Jawab mereka serentak. Panitia dan Peserta saling berjabat tangan sebagai tanda penghormatan kepada peserta yang merelakan waktu perjalanan lima jam dari Madura.
“Selahkan duduk, silahkan di isi dulu daftar peserta ini “. Dengan menyodorkan beberapa kertas di dalam map.
“terimakasih“. Balas peserta yang mengambil bulpoin untuk menisi daftar hadir.
Aku meninggalkan mereka dan kembali ke tugas utama. Sebelum sampain di gerbang pondok aku bersampingan dengan Zenuri dan dua orang bersarung. Sebelum masuk waktu magrib pada catatan Anas terdapat lima belas peserta bastu masa’il yang  telah hadir. Sepuluh sisanya hadir  pada malam hari dan pagi sebelum acara Opening dilaksanakan. Dari tuju puluh pondok pesantren se jawa dan Madura yang di undang, yang hadir hanya dua puluh lima pewakilan dari pondok yang mendelegasikan. Malam ini tidak ada acara apapun, hanya kesibukan panitia manata aula melai dari dekorasi panggung, karpet, meja, taplak, sound system dsb.
Anak panah masuk pada lubang telingaku menjalar melalui sum-sum tulang menuju ke otak pusat mengisyarahkan untuk menyalakan mesin diesel yang semalam telah beristirahat. Aku terbangun mendengar lantunan solawat Habib Syeh yang telah menyadarkanku dari mati sementara. Jam menunjukkan pukul 04.00 aku harus segera mandi sebelum antrian santri memperlambat langkahku. Pagi – pagi setalah peserta dan panitia sarapan acara Opening dimulai. Sayangnya acara pada Opening bastul masa’il III pengasuh pondok tidak dapat hadir karena ada kepentingan yang tidak dapat  di tinggal. Peserta dan panitia mentri acara berkumpil di aula PPSD. Azizi teman sekelasku yang kali ini mengemban tugas master of ceremony mengangkat suara. Pemenang jaura tiga puisi bahasa arab tingkat nasional ini 

.



Sabtu, 25 April 2015

Iman Diklasifikasikan Pada Keseharian

Allah dalam Kitab-Nya Bersabdah


ألئك الذين صدقوا
"Merekalah orang - orang yang benar"

Abu Dhar di tanya tentang  iman. Lalu ia tanya kepana Rosullah SAW. jawab Rosullah "

عن الامن فقر هذه الاية
"Iman itu terkandung padi ayat tersebut"

   Dalam hal ini Imam Ghozali memberikan contoh seseorang yang iman kapeda Allah dan Hari Akhir. yaitu orang yang takut kepada Allah dan Hari Akhir, Akan tetapi takut yang tidak sungguh - sungguh, artinya takut yang sejatinya/hakikatnya tidak takut, adakalanya ia takut pada raja atau rampok ketika ia dalam perjalanan. Penafsiran Prof. Dr. KH Abdul Ghofur "seorang yang mencuri sapi, ia tidak merasa takut kepada Allah. akan tetapi apabila pencuri tersebut ketahuan polisi, maka ia akan segera lari secepat mungkin dari kejaran polisi. sampai ia rela mati masuk ke sungai demi selamat dari kejaran polisi. itu baru takut pada polisi yang sama - sama makan nasi, apalagi kalau takut kepada Allah, Tuhan Sang Pencipta, Pemilik surga dan neraka. Pemilik Adhab yang sanyat pedih. Marilah kita berangan - angan hat itu!!!". Orang tersebut takut sampai badan gemetar, wajah yang sangat pucet, tidak bernafsu makan. "makanan apa saja tidak bisa masuk ke dalam perutnya", pikirannya ter bagi - bagi hingga keluarga dan anaknya tidik ke'urusan dan tidak bisa tidur, bahkan berlari dari negaranya untuk melindungi diri. Masih adakah orang yang takut kepada Allah yang seperti itu???. "apabila ada, hal itu cuman omong kosong cerita bohong. Marilah kita berangan angan kalau kita belum bisa takuat pada Allah."  
  Segala ketakutan hal tersebut disebabkan karena menemukan hal yang ditakuti. Apabila terdapat seseorang yang takut pada Neraka, maka ia tidak akan melakukan kemaksiatan. akan tetapi hal tersebut sangat sulit di jumpai. Sering kita melanggar ketentuan yeng terdapat dala Kitab Allah, kita lupa bahwa nanti di suatu hari kelah terdapat pengadilan Allah. Apabila amal kebaikan kita lebih banyak, maka kita akan selamat. Apabila amal keburukan kita lebih banyak, maka siksaan berjuta juta tahun, adhap berjuta juta tahun di dalam neraka menimpa kita. RENUNGKANLAH!!!.
   Kepercayaan yang dihubungkan dengan Allah akan menjadi keimanan, Sedankan kepercayaan yang dihubungkan pada selain allah Berarti kemusrikan. Seperti "Lantaran dokter penyakit saya disembuhkan Allah, Berarti menjadi keimanan. apabila sebab dokter penyakit saya menjadi sembuh (tanpa mengaitkan Allah), berarti musyrik". seperti sama tapi sulit mensortirnya. tetapi hal tersebut tingkat - tingkat tergantung perasaan seseorang. 
   Ma'rifat, mengagungkan dan takut pada Allah itu tidak ada batasnya. Apabila sudah sambung dengan Allah semua akan terlahat, baik surga maupaun neraka. seperti halnya televisi, apabila sinyalnya sudah cocok akan terlihat gambarnya. Masak kita kalah sama TV yang kumpulan dari benda - benda mati, kita kan kumpulan dari onderdil - onderdil hidup yang bisa sambung pada Allah sehingga kelihatan segalanya. kenapa kita sekarang tidak dapat terlihat segalanya???.  
    Hal tersebut telah disabdahkan Rosullah SAW pada Malaikat Jibril AS. 
"saya ingin sekali melihat bentuk rupamu yang asli wahai Malaikat Jibril. 
Jibril pun menjawab "kamu tidak akan mampu melihatku".
"Tolong sekali saja ijinkan saya melihat rupamu ya Jibril". "Baiklah nanti malam kamu datang ke kuburan Baqiq". jawab Malaikat Jibril.
malam harinya Rosul menuju kaburan tersebut, ia pun melihat Malaikt Jibril. Malaikt Jibril terlihat pada setiap ufuk. seketika itu juga Rosul langsung jatuh dan pingsan. Ketika beliau sadar malaikat Jibril sudah brubah ke bentuk semula. lalu Rosul bersabdah 
"saya tidak mengira terdapat ciptaan Allah yang seperti ini". 

Hal tersebut baru malaikar Jibril. Coba kita berangan - angan tentang Alam raya. 

paling tinggi Ars
dibawah Ars terdapat Surga
dibawah Surga terdapat Neraka
dibawah Neraka terdapat Alam Barzah "alam pemisah dunia akherat"
dibawah Alam Barzah terdapat Langit - Langit lapis 7
dibawah Langit terdapat Bintang - Bintang
Bintang - Bintang yang berjuta - juta, diantaranya ada Matahari. Matahari dilingkari planet - planet yang berjumlah 9, Diantaranya Bumi. 
 Kalau kita angan - angan Bumi ini kecil sekalai. Bahkan terdapat planet yang besarnya lebih adari satu jutanya bumi. 
 Alangkah kecilnya bumi yang kita pijaki

Bigitu koq masih banyak diantara kita yang berebut bumi(harta). bahkan sampai lupa daratan
mencari rizki dengan cara yang tidak halal
menyogok rakyat kecil demi ketahtaan
bahkan sampai habis miliatan
demi menduduki kursi dewan
   tak sadar di dunia ini ujian
   lulus surga, tak lulus neraka
   mati berada di kuburan
   cacing tanah melalap dengan penuh kelezatan
   


Malaikat sampai tidak percaya kalau ada manusia yang berebut harta.
seperi halnya sekelompok anjing yang berebut bangkai di pinggir bengawan.

   



22 Kunci, Gembok Dunia dan Akherat


Dalam kitab Ihya' Ulumuddin jiz 4, hal. 370, brs. 12 
Imam Ghozali menggesekkan tinta emas di atas mushaf, gesekan demi gesekan menghasilkan sebuah huruf lalu kalimat - kaliamat yang mengandung penuh makna.
Wahab bin Manbih berkata "saya menemukan 22 kalimat di dalam khasyiahnya kitab doa - doa.  Yaitu berisi tantang orang - orang pintar dari golongn Bani Isro'il yang mengumpulkan kalimat - kalimat mutiara.

  1. Tidak ada suatu apapun yang bermanfaat di dunia ini kecuali Ilmu. Hidup ini harus didasari dengan Ilmu. sukses tidaknya seseoarang itu tergantung pada ilmunya, baik sukses di dunia "merasa berkecukupan dalam segala hal", maupun sukses di akherat kelak "dapat melihat Allah langsung dengan mata kepala di surga". 
  2. Tidak ada harta yang lebih berguna kecuali sabar. Sabar adalah sebaik - baiknya tingkah laku, baik sabar melakukan ibadah kepada Allah, Maupun sabar berusaha menahan diri dari lembab kamaksiatan. hai inilah hasil kita beribadah. hasil dari solat hasil dari puasa. INGAT solat puasa itu bakan tujuan, tetapi tujuannya untuk tingkah laku keseharian kita jadi baik sesuai dengan apa yang terdapat pada Al Qur'an dan As Sunah. Hadist rosulullah. Shohabat bertanya kepada Rosullah "Ya Rosulullah, apa tujuan engkau di utus Allah SWT turun di dunia ini?. Rosul menjawab saya di utus Allah SWT turun di dunia ani untuk memperbaiki akhlak umat manusia".  Solat hanya sarana kita agar ingat pada Allah, puasa hanya sarana agar kita tidak menuruti hawa nafsu.
  3. Tidak ada derajat yang lebis hina kecuali Ghadhab (marah). terdapat hadist yang menerangkan bahwa ghadhob dosanya itu lebih besar dari pada zina 70 kali. koq bisa begitu??. ghadhab resikonya lebih besar yari pada zina, kalu zina kan bersenang senang di dalam kamar. tapi kalau ghadhab dapat membunuh berjuta juta orang. tengok kembali tentang cerita perang Dasamurka pada Maha Barata.
  4. Tidak ada teman yang lebih bagus kecuali amal sholeh. Amal adalah hasil dari ilmu. amal tanpa ilmu akan sia - sia tak berguna. begitu juga dengan ilmu yang tidak di amalkan akan terbuang sia - sia dan tidak bermanfaat.
  5. Tidak ada teman yang lebih jelek kecuali bodoh. Kebodahan akan mmenjerumuskan seseorang le lembak kemaksitan. ia tidak mengetahui hal yang hak dan yang bathil. 
  6. Tidak ada kehormatan yang lebih mulia kecuali taqwa. Melaksanakan apa yang telah di perintahkan Allah dan menjahui segala larangannya itulah taqwa. 
  7. Tidak ada kemulyaan yang lebih mulia kecuali memerangi hawa nafsu. Sudah enak kurang enak, enak kurang enak, enak kurang enak terus sampai tidak ada batasnya. Nafsu bagaikan keledai jahat, Apabila mendekat akan diterkam habis - habisan. Begitu juga dengan nafsu, apabila dituruti akan mematikan seseorang. nafsu dimulai dari keinginan untuk makan yang lebih enak, lebih mahal, lebih mewah kalu nafsu tersebut terus dituruti maka nafsu yang lainnya mengikutinya, bahkan tidak peduli demi sesuatu rela membunul. Nuadhubillah...
  8. Tidak ada amal yang lebih mulia kecuali Tafakkur dalam ciptaan Allah. Ingat hadist Rosullah Tafakkur satu jam pahalanya lebih besar daripada ibadah setahun. tafakkur merupakan cara yang paling ampuh dalam mencari Tuhan. 
  9. Tidak ada kebaikan yang lebih tinggi dari pada sabar
  10. Tidak ada kejelekan yang lebih hina dari pada sombong
  11. Tidak ada obat yang lebih cocok daripada kesayangan
  12. Tidak ada penyakit yang lebih parah kecuali tidak bisa menggunakan akal
  13. Tidak ada utusan yang lebih adil kecuali kebenaran
  14. Tidak ada dalil yang lebih menasihati daripada kebenaran
  15. Tidak ada fakir yang lebih hina dari pada Thama'(terus berkeinginan)
  16. Tidak ada kekayaan yang lebih menyusahkan kecuali Mengumpulkan harta
  17. Tidak ada kehidupan yang lebih indah kecuali sehat
  18. Tidak ada pengpo jiwo yang lebih indah kecuali meneria taqdir Allah
  19. Tidak ada ibadah yang  lebih baik kecuali khusyau'
  20. Tidak ada zuhud yang lebih baik kecuali menerima rizki
  21. Tidak ada penjagaan yang lbih aman kecuali mati
  22. Tidak ada perkara ghoib yang lebih dekat kecuali mati 

Jumat, 24 April 2015

Dunia Ilmu

   Ilmu adalah dasar dari segala sesuatu. Tanpa ilmu apa yang kita lakukan akan sia - sia. Oleh itu dalam segala hal kita di wajibkan menuntut ilmu. Seperti halnya apa yang telah di sabdahkan Rosullah "Menuntut Ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim, baik laki - laki maupun perempuan".  Mengintip hadist tersebut apapun yang kita lakukan harus di dasari dengan Ilmu. Baik dalam beragama, bekerja, menikah, berdagang, dan segala apapun harus didasari dengan ilmu. 
   Sebelumnya perkenalkan nama saya Imam Ali Maksum, umur 18 tahun, mahasiswa Mah'had Aly di STAI Raden Qosim semester II, santri di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan. Tenpat kelahiran saya di desa Ketileng kecamatan Todanan kabupaten Blora Jawa Tengah.          Sebelum mengoprasikan otak di pesantren ini, saya pernah menuntut ilmu di salah satu pesantren kecil di pelosak selatan kota Rembang. Nama pondok Pesantrennya yaitu Pondok Pesantren Alhamdulillah.  Selain belajar ilmu - ilmu salaf di pesantren tersebut saya juga belajar ilmu kejuruan di SMK ANNURONIYAH Sulang di bawah naungan Pondok Pesantren Alhamdulillah. Jurusan yag saya ambil yaitu Tehnik Audio Video. Jumlah siswa sekelasku dulu 21 anak dan semuanya laki - laki jadi suasana di kelas sangat membosankan. Di waktu istirahat karena tidak ada seorang wanita yang di ajak ngobrol - ngobrol maupun di ajak canda tawa, sehingga aku sering menggunakan waktu tersebut untuk membaca buku - buku. Senang sekali saya membaca buku tentang agama sampai cerita - cerita jaman dahulu, seperti para Nabi, Ulama' Sufi dan lain lain. Membaca cerita tersebut menginspirasi saya intuk lebih bersemangat mendalami Ilmu Agama.     
   Tak terasa tiga tahun sudah berlalu saya membolak - balik buku di pesantren Alhamdulillah. Sekarang saya menuntut Ilmu di Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan. Pondok Pesantren  yang jumlah santrinya sudah mencapai 12.000 santri dari berbagai pelosok pelosok negri tercinta bahkan sampai mancanegara ini, di asuh oleh Prof. Dr. KH Abdul Ghofur. Beliau sosok teladan yang kaismatik. Dalam perjalanan menuntut Ilmu sampai membangun Pondok Pesantren sebesar ini, beliau mengorbankan seluruh apa yang dimilikinya baik harta maupun tenaga untuk meneruskan perjuangan para pendiri agama islam di tanah Jawa.    
   Pondok Pesantren Sunan Drajat Pertama kali di dirikan oleh Raden Qosim. Putra dari Raden Rahmad (Sunan Ampel) dengan istri keduanya yaitu Dewi Chandrawati atau sering disebut Nyai Ageng Manila. Sedangkan pada istri pertama "Dewi Karimah", Sunan Ampel dikaruniani dua anak yaitu Dewi Murtasih yang menjadi istri Raden Fataah "sultan pertama kerajaan islam Demak Bintoro" atau sering di sebut Sunan Kalijaga dan Dewi Murtasimah yang menjadi permaisuri Raden Paku (Sunan Giri). Selain Raden Qosim, istri kedua, dari Bapak para Wali ini juga dikaruniai tiga anak lainnya yaitu Maulana Makdum Ibrahim (Sunan Bonang), Siti Syare'at, Siti Mutmainnah, Siti Shofiah.  
   Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, dahulu terdapat Ulama' dari banjarmasin berlayar melewati Laut Jawa. Ketika perjalanannya samapai di laut Lamongan kapal yang ia naiki pecah di makan ombak. Al hasil ulama' tersebut tenggelam. Akan tetapi ia di tolong oleh ikan cucut dan di bawa ke tepi pantai. Dengan Memeluk Kalam Ilahi di dadanya, ia terbaring di tepi pantai. Melihat kejadian tersebut, warga sekitar segera menolongnya lalu di bawa ke rumah Kepala Desa. Ia dirawat Kepala Desa selama beberapa hari sampai sembuh. Setelah sembuh ia berpamitan untuk melanjutkan perjalanannya. Kepala desa dan warga sekitar pun mengijinkannya dan memberinya perahu untuk melanjutkan perjalanan. Akan tetapi ketika parahu yang diberikan akan dijalankan melanjutkan perjaanan, tiba - tiba perahu tersebut tidak bisa berjalan. Ulama' tersebut berfirasat bahwa Allah memberikan amanat untuk berdakwah di daerah tersebut. Akhirnya ia memutuskan untuk mendakwahkan agama islam di daerah tersebut. Oleh karena itu daerah tersebut sampai sekarang dinamakan Desa Banjaranyar "wong banjarmasin kang gowo agomo anyar".
           Setelah beberapa